Selasa, 15 Januari 2013

Rahasia langsing wanita Jepang

Sayur
Sayur mengandung tinggi serat yang membuat kita kenyang lebih lama. Dalam menu harian  Jepang sayur tak pernah ketinggalan.

Kacang Kedelai
Kacang kedelai merupakan sumber protein tinggi pengganti daging, mengandung serat yang tinggi dan rendah lemak jenuh dan rendah kolestrol. . Kebiasaan orang Jepang yang mengkonsumsi 50 gram kedelai per hari. Hidangan harian Jepang terdiri dari tofu, miso, edamame yang terbuat dari kacang kedelai. Hal ini baik untuk mengontrol nafsu makan.

Nasi
Orang Jepang gemar makan nasi tanpa bumbu, minyak atau mentega. Mereka terkadang makan semangkuk nasi empat kali sehari. Sehingga mampu menghindari muffin, roti putih, donat, atau makanan lain yang berkalori tinggi.

 Menurut dr Sophia Hage, karbohidrat memang baik dan tidak boleh dihindari. Normalnya, kita membutuhkan 50% hingga 60% karbohidrat dari total makanan yang kita konsumsi. Dengan catatan, konsumsilah karbohidrat yang baik, yakni karbohidrat kompleks, seperti roti gandum dan nasi merah. Karbohidrat kompleks baik karena diproses perlahan sehingga membuat Anda tidak mudah lapar. Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang terkandung dalam nasi putih atau roti putih.

Mengunyah dengan perlahan
Orang Jepang terbiasa mengunyah secara perlahan. Jika kita makan dengan perlahan, kita akan merasa kenyang di waktu yang tepat dan akan berhenti makan sebelummakan terlalu banyak.

Sarapan/ makan pagi
Menu makan pagi khas Jepang cukup lengkap, terdiri dari semangkuk nasi, sup miso, tofu, irisan bawang daun, lembaran kecil rumput laut, omelet atau sepotong salmon panggang, dan teh hijau.

Minum Teh Hijau
Orang Jepang gemar sekali minum teh hijau. Mereka minum teh hijau sepanjang waktu, saat makan, di antara jam makan, pagi hari, maupun sore hari. Bahkan, di rumah-rumah makan Jepang, teh hijau selalu tersedia gratis layaknya air putih di Indonesia

Bahan makanan segar
Di Jepang, kesegaran bahan makanan, seperti ikan, sayur, dan buah yang akan diolah adalah syarat penting dalam memasak. Saking pentingnya kesegaran bahan makanan, di supermarket Jepang, makanan tidak hanya diberi tanggal kedaluwarsa, tapi juga petunjuk waktu kapan ikan, daging, sayuran, atau makanan lain tersebut dikemas. Tak mengherankan, sangat sedikit makanan beku yang dijual di sana.

Porsi kecil
Hidangan orang Jepang disajikan dalam porsi kecil. Sehingga lambung mereka sudah terbiasa dengan jumlah makanan yang tidak banyak. Lambung terbiasa dengan porsi kecil makanan, sehingga kapasitasnya dalam menampung makanan pun akan menyesuaikan. Hal inilah yang membantu mengontrol berat badan. Penelitian Maastricht University beberapa waktu lalu juga menunjukkan bahwa makan sering dengan porsi kecil dapat mempercepat metabolisme dan menurunkan risiko obesitas.


Mengukus dan merebus
Wanita Jepang lebih memilih mengukus atau merebus masakan. Menurut dr Sophia, mengukus dan merebus adalah proses memasak yang paling baik. Sebab, dengan mengukus dan merebus, nutrisi makanan tidak banyak yang rusak atau hilang.


Menggunakan minyak canola
Wanita Jepang lebih suka memilih menggunakan minyak canola untuk menggoreng atau menumis.Minyak canola mengandung 60% lemak tak jenuh tunggal dan 34% lemak tak jenuh ganda yang merupakan lemak baik, dan hanya mengandung 6% lemak jenuh yang dianggap sebagai lemak jahat yang dapat meningkatkan kolesterol.

Banyak makan ikan
Orang Jepang makan 150 pon ikan per orang  per tahun, dan hanya mengonsumsi 20 pon daging sapi per tahun. Ikan adalah menu saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Ikan mengandung Omega3 yang tinggi. Sebuah penelitian yang dilakukan University of Iceland menunjukkan bahwa orang-orang overweight yang mengonsumsi ikan tiga hingga lima porsi per minggu dapat kehilangan berat badan lebih banyak dibanding mereka yang tidak mengonsumsi ikan sama sekali.

Sumber : http://www.femina.co.id/diet/nutrisi/diet.ala.wanita.jepang










Tidak ada komentar:

Posting Komentar