Sayur
Sayur mengandung tinggi serat yang membuat kita kenyang lebih lama. Dalam menu harian Jepang sayur tak pernah ketinggalan.
Kacang Kedelai
Kacang kedelai merupakan sumber protein tinggi pengganti daging, mengandung serat yang tinggi dan rendah lemak jenuh dan rendah kolestrol. . Kebiasaan orang Jepang yang mengkonsumsi 50 gram kedelai per hari. Hidangan harian Jepang terdiri dari tofu, miso, edamame yang terbuat dari kacang kedelai. Hal ini baik untuk mengontrol nafsu makan.
Nasi
Orang Jepang gemar makan nasi tanpa bumbu, minyak atau mentega. Mereka terkadang makan
semangkuk nasi empat kali sehari. Sehingga mampu menghindari muffin, roti putih, donat, atau makanan lain yang
berkalori tinggi.
Menurut dr Sophia Hage,
karbohidrat memang baik dan tidak boleh dihindari. Normalnya, kita
membutuhkan 50% hingga 60% karbohidrat dari total makanan yang kita
konsumsi. Dengan catatan, konsumsilah karbohidrat yang baik, yakni
karbohidrat kompleks, seperti roti gandum dan nasi merah. Karbohidrat
kompleks baik karena diproses perlahan sehingga membuat Anda tidak mudah
lapar. Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang terkandung dalam nasi
putih atau roti putih.
Mengunyah dengan perlahan
Orang Jepang terbiasa mengunyah secara perlahan. Jika kita makan dengan perlahan, kita akan merasa kenyang di waktu yang tepat dan akan berhenti makan sebelummakan terlalu banyak.
Sarapan/ makan pagi
Menu makan pagi khas Jepang cukup lengkap, terdiri dari semangkuk nasi,
sup miso, tofu, irisan bawang daun, lembaran kecil rumput laut, omelet
atau sepotong salmon panggang, dan teh hijau.
Minum Teh Hijau
Orang Jepang gemar sekali minum teh hijau. Mereka minum teh hijau sepanjang waktu, saat makan, di antara jam makan,
pagi hari, maupun sore hari. Bahkan, di rumah-rumah makan Jepang, teh
hijau selalu tersedia gratis layaknya air putih di Indonesia
Bahan makanan segar
Di Jepang, kesegaran bahan makanan, seperti ikan, sayur, dan buah yang
akan diolah adalah syarat penting dalam memasak. Saking pentingnya
kesegaran bahan makanan, di supermarket Jepang, makanan tidak hanya
diberi tanggal kedaluwarsa, tapi juga petunjuk waktu kapan ikan, daging,
sayuran, atau makanan lain tersebut dikemas. Tak mengherankan, sangat
sedikit makanan beku yang dijual di sana.
Porsi kecil
Hidangan orang Jepang disajikan dalam porsi kecil. Sehingga lambung mereka sudah terbiasa
dengan jumlah makanan yang tidak banyak. Lambung terbiasa dengan porsi kecil makanan, sehingga kapasitasnya dalam
menampung makanan pun akan menyesuaikan. Hal inilah yang membantu
mengontrol berat badan. Penelitian Maastricht University beberapa waktu
lalu juga menunjukkan bahwa makan sering dengan porsi kecil dapat
mempercepat metabolisme dan menurunkan risiko obesitas.
Mengukus dan merebus
Wanita Jepang lebih memilih mengukus
atau merebus masakan. Menurut dr Sophia, mengukus dan merebus adalah
proses memasak yang paling baik. Sebab, dengan mengukus dan merebus,
nutrisi makanan tidak banyak yang rusak atau hilang.
Menggunakan minyak canola
Wanita Jepang lebih suka memilih
menggunakan minyak canola untuk menggoreng atau menumis.Minyak canola
mengandung 60% lemak tak jenuh tunggal dan 34% lemak tak jenuh ganda
yang merupakan lemak baik, dan hanya mengandung 6% lemak jenuh yang
dianggap sebagai lemak jahat yang dapat meningkatkan kolesterol.
Banyak makan ikan
Orang Jepang makan 150 pon ikan per orang per tahun, dan hanya mengonsumsi 20 pon daging sapi per tahun. Ikan adalah menu saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Ikan mengandung Omega3 yang tinggi. Sebuah penelitian yang dilakukan University of Iceland menunjukkan bahwa
orang-orang overweight yang mengonsumsi ikan tiga hingga lima porsi per
minggu dapat kehilangan berat badan lebih banyak dibanding mereka yang
tidak mengonsumsi ikan sama sekali.
Sumber : http://www.femina.co.id/diet/nutrisi/diet.ala.wanita.jepang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar